meilalala: eh ka ane mu nanya dong inimah beneran lupa
d_kelik: Ya?
meilalala: definisi sifat dispersif gelombang itu apa ya?
meilalala: :D
d_kelik: Nanya apa?
meilalala: sifat dispersif gelombang dan gelombang yang dispersif itu apa ya? *beneran lupa ini* -.-"
d_kelik: Oo..tp km ngerti ga apa itu dispersive?
meilalala: sepertinya ngerti yang kayak gini bukan:
meilalala: pertama misalnya ada angin badai, membangkitkan gelombang
meilalala: ntar gelombang menjalar
meilalala: nah gelombang dengan frekuensi kecil akan jalan duluan
meilalala: diikutin dengan gelombang dengan frekuensi tinggi,
meilalala: nah terus apa ka? :D
meilalala: apa yang terjadi maksudnya?
d_kelik: Jd, gelombang itu bersifat dispersive, dr physics nya. Artinya, kecepatan gelombangnya itu bergantung dari wavelengthnya. Makin panjang gelombang,makin cepat laju propagasinya:baik phase maupun group velocity. Nah seperti apa relasinya, ini namanya relasi dispersi, yaitu relasi yg menghubungkan antara frekuensi dan panjang gelombang (sama aja dgn bilangan gelombang)
d_kelik: Frekuensi kecil : gelombang panjang. Jd lebih cepat propagasinya. Frekuensi tinggi:panjang gelombangnya kecil. Jd lebih lambat velocity nya
meilalala: nah kalo gelombang dispersif apa?
d_kelik: Ya itu, yg di atas
meilalala: itu kan sipat dispersifnya
meilalala: kalo gelombang dispersif apa?
meilalala: OH aku inget....
Sifat Dispersif Gelombang: kecepatan gelombang dipengaruhi oleh panjang gelombangnya atau dengan katalain, kondisi dimana parameter gelombang (frekwensi/kecepatan) dipengaruhi oleh kondisi parameter gelombang lainnya. misalnya kecepatan gelombang dipengaruhi oleh panjang gelombang,
Gelombang dispersif adalah gelombang yang kecepatannya masih dipengaruhi oleh panjang gelombangnya..
Gelombang nondispersif adalah kondisi dimana parameter gelombang sudah tetap, artinya kecepatannya tidak lagi dipengaruhi oleh panjang gelombangnya
kira-kira seperti itu ;)
Sebuah Catatan Lecek !
Kumpulan Jurnal perjalanan, tips-tips apapun itu. dan catatan-catatan kecil lainya. A Litte works, sebenarnya adalah project terpendam saya. sebuah ide 'cemerlang' untuk menghemat memori. dan jawaban dari petanyaan berulang-ulang yang kerap kali mendatangi saya. *hehehehe*. blog ini nantinya akan berisi tentang hal-hal apa saja yang pernah saya pelajari dan saya anggap akan cukup berguna.
satu lagi, jangan merefer blog ini untuk jurnal ilmiah kalian yahhh.. saya sudah sediakan sumber dari bahan referensi saya supaya lebih lengkap tinjau langsung aja ke-sumbernya
penulis tidak bertanggung jawab atas hal apapun yang akan terjadi setelah pembaca merefer tulisan dari blog ini.
akhir kata..
satu lagi, jangan merefer blog ini untuk jurnal ilmiah kalian yahhh.. saya sudah sediakan sumber dari bahan referensi saya supaya lebih lengkap tinjau langsung aja ke-sumbernya
penulis tidak bertanggung jawab atas hal apapun yang akan terjadi setelah pembaca merefer tulisan dari blog ini.
akhir kata..
Selamat Mengubek!
Tuesday, May 24, 2011
Thursday, March 17, 2011
Prinsip Dasar Pengukuran Satelit Altimetri
Halo-Halo Semuaa... back again!! weew udah 2011.. ternyata saya super tidak produktiv yahhh ahahahaha.. oke seperti janji saya di posting sebelumnnya saya akan lanjutkan pembahasan mengenai satelit altimetri. kali ini tentang prinsip dasar pengukurannya. selanjutnya mungkin tentang pengukuran satelit altimetri diatas laut.. lebih dekat ke detail pokonya.. sekarang yang ini dulu laahh yaa...... XD
Pengukuran dasar dari satelit altimetry ditunjukkan oleh gambar a. dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa tujuan utama pengembangan satelit altimetry adalah untuk mengukur tinggi muka laut, lalu kemudian penggunaan satelit ini berkembang kearah pengukuran angin dan gelombang.
Tinggi muka laut yang ingin di ukur merupakan selisih jarak antara altitude satelit (jarak satelit/tinggi satelit ke ellipsoid bumi) dan range (jarak antara tinggi satelit ke muka laut). Radar altimeter pertama mentransmisi sinyal frekuensi tinggi (diatas 1700 pulsa/detik) ke bumi lalu kemudian satelit menerima kembali echo dari sinyal yang ditransmisi setelah dipantulkan oleh bumi.
Gambar a. Prinsip pengukuran satelit Altimetr sumber(http://earth.eo.esa.int/brat/images/alti/principle/methode_en.jpg)
Satelit altimetry juga dilengkapi dengan pengikur waktu yang sangat presisi, jarak dari satelit ke permukaan laut (range) diukur dari interval sinyal yang di lepas sampai sinyal tersebut di terima lagi oleh satelit (Handoko, 2004), sebagai mana ditunjukkan oleh persamaan di bawah ini:
Sinyal yang diterima oleh reciever satelit, belum dapat langsung digunakan karena sinyal tersebut bisa dikatakan masih 'kotor'. sinyal yang diterima reciever harus di koreksi dulu dari komponen bias yang mempengaruhi nilai pengukuran satelit altimetri.
Berdasarkan Febriliyan F.C., beberapa komponen bias yang terdapat pada data satelit altimetry dan harus di koreksi diantaranya: tropospheric refractive element, dry tropospheric refractive element, bias ionosphere dan bias elektromagnetik.
Jika H adalah tinggi satelit terhadap ellipsoid dan R adalah jarak dari permukaan laut dan satelit, maka h adalah perbedaan antara tinggi muka laut dan ellipsoid. Atau bisa kita sebut sebagai tinggi muka laut atau (SSH-Sea surface height) sebagaimana dijelaskan pada persamaan dibawah ini
Nilai h (SSH) pada persamaan diatas adalah masih terhadap bidang ellipsoid yang dipengaruhi oleh efek geofisika (Handoko, 2004) . Unudlasi Geoid terhadap bidang ellipsoid (hg), variasi tinggi pasangsurut (ht) dan tekanan atmosfer terhadap tinggi muka laut (ha), merupakan parameter-parameter yang mempengaruhi tinggi muka laut, dan harus dihilangkan untuk memperoleh nilai h yang terkoreksi.
Yah kira-kira seperti itulah prinsipnya satelit altimetri mengukur tinggi muka laut.. sederhana kan??
sekaian dulu ya.
semoga tulisan kali ini bermanfaat . tulisan selanjutnya mungkin tentang bagaimana satelit altimetri pengukur tinggi muka laut.. yah semoga lebih dekat ke detailnya yaa :D hohoho..
Tobe Continue.....
Reference:
Febriliyan F.C. :Teknologi Satelit Altimetri. Web Page, http://www.ilmukelautan.com/sig-dan-penginderaan-jauh/penginderaan-jauh-kelautan/453-teknologi-satelit-altimetri, 2005.
Handoko, E. Y., : Satelit Altimetri dan Aplikasinya Dalam Bidang Kelautan. Scientific Journal, Pertemuan Ilmiah Tahunan I. Teknik Geodesi – ITS, Surabaya, Indonesia , 2004.
web Aviso
Friday, June 18, 2010
Satelit Altimetri Bagian 1 : sedikit tentang sejarah
ternyata sudah lama juga yah saya tidak posting diblog ini. maklum kemaren2 males nulis. lagi hilang orientasi saja. Anyway.., sekilas tentang tulisan saya yang ini. kali ini saya mau cerita tentang satelit altimetri bahannya saya rangkum dari web aviso. ini sebenernya berhubungan sama kerjaan saya di tempat baru.. alhamduilah akhirnya
dikasi juga kesmpatan kerja di kantor. kantornya keren banget lagi, bareng sama galeri lukisan soalnya (loh kok jadi ngomongin kantor baru). yah tugas saya kira-kira nanti adalah membuat report tentang metode pengukuran tinggi gelombang permukaan dengan menggunakan satelit. yah baiklahh dari pada saya banyak bacot lagi. langsung aja artikelnya..
Gambar 1. Satelit Altimetri
(sumber : http://www.ird.nc/ECOP/old_ecop/siteecopuk/moyens6.htm)
Dahulu kala, Laut adalah sesuatu yang sulit untuk dipahami, orang sulit mendapatkan visualisasi tintang kondisi laut secara keseluruhan, pengukuran yang biasa dengan menggunakan kapal hanya dapat memberikan gambaran lokal yang kadang-kadang sulit juga di pahami. Seiring dengan berkembangnya teknologi satelit, yang menyajikan lokasi, kumpulan data dan penginderaan jauh kemudian mendorong ilmuan untuk berfikir secara global. Dengan adanya teknologi remote sensing ini beberapa parameter laut dapat diukur dengan mudah diantaranya temperature, konsentrasi klorofil, dan kecepatan angin permukan. Namun yang paling fenomenal dalam teknologi pengamatan laut ini adalah kemuculan dari sateli
t radar altimetri (yang kemudian mendukung asimilasi dari pemodelan tinggi gelombang).
t radar altimetri (yang kemudian mendukung asimilasi dari pemodelan tinggi gelombang).
Saturday, May 23, 2009
Mendigit Peta Contour dengan Software Surfer..
Postingan pertama saya adalah tentang mendigit peta contour di surfer. waktu itu saya butuh peta contour untuk input batimetri model hidrodinamika yang mau saya bikin. sebenernya untuk mendigit bisa digunakan software lain selain surfer sih. tapi waktu itu saya nge-digitnya pake ini. jadi caranya begini...
Subscribe to:
Posts (Atom)
